Senin, 18 Juni 2012

Galau, Gak Lagi!

Lagu-lagu, Sinetron dan k-drama rom-com yang mulai  merajai Indonesia saat ini sebagian besar mengandung unsur-unsur yang mengajak tak hanya kawula muda, namun juga orang-orang dewasa untuk menggalau hingga tingkat dewa. Kata galau sendiri sudah lama mejeng di kamus bahasa Indonesia. Tapi pemakaiannya semakin populer saat ini. Tidak tahu siapa yang memulai.

Nah, pertama sekali yuk kita cek arti “Galau” itu sendiri dari KBBI [ Kamus Besar Bahasa Indonesia]

a berat otak, bimbang, bingung, cemas, gelisah, hilang akal, kacau, karut, keruh, khawatir, kusut, nanar, pakau, resah, ribut, risau, semak hati, senewen, sesat pusat, terombang-ambing, was-was; [Kamus Online]

Hmm, cukup berbahaya ya, jika galau melanda sebagian besar masyarakat Indonesia. Terutama kawula muda yang paling rentan terjangkit virus galau [FYI, galau itu menular loh..coba di tes kalo gak percaya].

Postingan ini gak akan panjang. Karena saya lagi bosan baca yang panjang-panjang. Begitu juga dengan nulis yang panjang-panjang. Penyebab galau bisa di googling di sini atau di sini. Kalo belum puas silahkan cari lagi dengan kata kunci “bisnis online” upss..#salah. Tentu saja ‘Galau”

Nah, kalau sudah menemukan sumber kegalauan tentu saja yang dicari adalah solusinya. Bukan malah berlama-lama berada di stage galau. Mungkin kadang-kadang berasa gaul kali ya kalo udah ber-twitter ria seperti; “alahmaakk galau nih..” , “galau dot com, somebody help me”. Awal-awalnya kayaknya kata “galau” ini kalo digunakan lucu. Tapi lama-lama nyebelin dan akhirnya jadi pengen nampol orang yang menggalau seumur twitter atau postingannya. Bawaannya pengen nge-Blokir aja. Ini contoh reaksi yang galau menghadapi galau juga loh.

Oke, biar gak lama kira-kira apa solusinya eaa kakaaaakk..#loh?
Kalo saya sih simpel. Ada 2 yang bisa dipilih, boleh juga dilakukan berbarengan.

-Get Over it!
-Forget it!

Simpel dan mudah dilakukan. Tapi kalo rekan-rekan saya bilang 2 hal ini mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. Benarkah? Saya lupa kalau dua hal ini gak berlaku untuk semua orang. Ada satu cara lagi yang belum terbukti secara ilmiah ( di diri saya ya..:) ) yaitu, sekarang juga Googling dengan kata kunci “LAGI GALAU”. Bagaimana? Apakah anda menemukan cara untuk mengatasi galau? Atau malah makin galau?

Hehehe, Percaya gak kalau galau itu gak bisa disembuhkan? Yup! Emang gak bisa disembuhkan kalo ga ada keinginan yang kuat dan mencontek cara orang lain mengatasi galau. Tiap orang punya sumber kegalauan sendiri dan tentu saja punya solusinya sendiri. Teori gak selalu berbanding lurus sama realitas. Tapi satu hal yang pasti nih, orang yang dekat sama Sang Pencipta biasanya jarang galau. Mereka dekat sama sumber kegalauan, tapi gak akan lama-lama berada di stage kegalauan.

Jadi, masih Ga Law? Ga Lah Yaw! :D